Selasa, 28 Februari 2012

Tugas Perekonomian Indonesia Minggu 1

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 2/28/2012 10:34:00 AM 0 komentar

Nama  : Dyah Retno Wulandari
NPM    : 22211296
Kelas   : 1EB21

Sistem Perekonomian Indonesia

1.      Arti Sistem
Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.
Subyek dan obyek:
·           Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
·           Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
·           Sistem peralatan: barang/alat
·           Sistem informasi: data, catatan, dan fakta
Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan. Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

2.      Perkembangan Sistem Perekonomian
A.     Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Harga ditentukan oleh kekuatan dalam pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
a.         Ciri – ciri Perekonomian Pasar
Ciri dari sistem perekonomian pasar adalah :
·           Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
·           Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
·           Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
·           Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
·           Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar Persaingan dilakukan secara bebas
·           Peranan modal sangat vital
B.     Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)
Pencetus ide sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max. Dalam sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali negara. Sistem ini dapat kita lihat pada negara yang menganut faham komunisme, seperti Uni Soviet.
Sistem sosialis terdiri dari :
a.        Sistem Sosialis Pasar, dengan karakteristik :
·           Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
·           Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan dikordinasi oleh pasar.
·           Ransangan dan insetif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
b.      Sistem Sosialis terencana (Komunis), dengan karakteristik :
·           Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
·           Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikordinasi secara terencana.
·           Ransangan dan insetif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
C.     Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran, yaitu sistem ekonomi yang memadukan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah melakukan intervensi dengan cara membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta, dan sebagainya. Dalam penerapannya, sistem ini bervariasi antara negara yang satu dengan yang lainnya, tergantung situasi perekonomian negara yang bersangkutan. Perancis merupakan salah satu negara yang melakukan sistem ekonomi campuran.
D.     Perbedaan berbagai macam sistem ekonomi yang ada
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:
a.       Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
b.      Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
c.       Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

Sumber :
Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga
Aries Budi S., 1996, Buku Paket Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma, Jakarta

Jumat, 23 Desember 2011

Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 04:32:00 PM 0 komentar
Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang dan jasa. Kecenderungan mengkonsumsi disebut dengan pola konsumsi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsumsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi konsumen dapat dibedakan menjadi dua : faktor internal dan faktor Eksternal.
·         Faktor Internal
1.      Pendapatan
2.      Motivasi
3.      Sikap dan kepribadian
4.      Selera
·         Faktor eksternal
1.      Kebudayaan
2.      Status sosial
3.      Harga barang
Perilaku Konsumsi
Bila dilihat dari segi pertimbngan rasional, perilaku konsumen dalam berbelanja dibedakan menjadi dua macam : Perilaku konsumsi rasional, dan Perilaku Konsumsi Irrasional.
·         Perilaku Konsumsi Rasional, yaitu perilaku konsumen yang didasari atas pertimbangan rasional dalam mengonsumsi suatu produk. Suatu pembelian dapat dikatakan rasional, bila dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut :
1.      Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal bagi konsumen.
2.      Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen.
3.      Mutu produk terjamin.
4.      Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen
·         Perilaku konsumsi tidak rasional. Sebuah tindakan dalam berbelanja dapat dikatakan tidak rasional bila seorang konsumen memutukan membeli barang tanpa pertimbangan yang baik. Contohnya :
1.      Membeli barang hanya karena tertarik dengan iklannya.
2.      Tertarik membeli barang hanya karena merknya yang terkenal.
3.      Membeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus.
4.      Konsumsi hanya untuk pamer atau gengsi, bukan karena kebutuhan akan barang tersebut.
Rasional atau tidaknya seorang konsumen dalam melakukan tindakan konsumsi sangat dipengaruhi oleh :
1.      Tingkat pendidikan
2.      Tingkat kedewasaan
3.      Kematangan Emosional.

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga

Teori Produksi

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 04:17:00 PM 0 komentar
Teori Produksi

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebuthan.
Faktor-faktor Produksi
Faktor produksi ada dua macam: Faktor Produksi asli dan Faktor Produksi turunan.
·         Faktor Produksi asli
1.      Alam
Hasil alam dan sumbangannya bagi produksi adalah :
a.       Tanah
b.      Air
c.       Udara
d.      Sinar matahari
e.       Tumbuh-tumbuhan
f.       Hewan
g.       Barang tambang
2.      Tenaga kerja
Tenaga kerja dibagi atas tenaga kerja menurut sifat kerja dan menurut kualitas kerja
a.       Tenaga kerja menurut sifat kerja dapat dibagi atas : Tenaga kerja rohani, dan Tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang menekankan pada kemampuan berpikir manusia. Contoh : guru, dokter, akuntan, pengacara, dll. Sementara itu, tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerha yang menekankan kemampuan fisik dalam proses produksi. Contoh : supir, tukang kayu, buruh, dan pembantu rumah tangga.
b.      Tenaga kerja menurut kualitas kerja dapat dibagi atas : Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih, Terdidik dan terlatih dan Terlatih.
·         Faktor Produksi Turunan
1.      Modal
Modal terdiri dari beberapa macam yang dapat dibedakan menurut wujudnya, sifat, subjek, bentuk, maupun sumbernya. Modal menurut wujudnya adalah uang dan barang, menurut sifatnya adalah modal tetap dan modal lancar, menurut subjeknya adalah perorangan dan publik, menurut bentuknya adalah modal konkrit dan abstrak, menurut sumbernya adalah modal sendiri dan oranglain.
2.      Keahlian. Yang dimaksud keahlian disini adalah kemampuan pengusaha sebagai produsen untuk mengolah faktor-faktor produski diatas hingga dapat melakukan tindakan produksi yang efektf dan efisien.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan kelauran (output).

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga

Pasar Monopsoni dan Oligopsoni

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 03:50:00 PM 0 komentar
Pasar Monopsoni dan Oligopsoni

Selain bentuk-bentuk pasar dari sisi penawaran, ada juga bentuk-bentuk pasar dari sisi permintaan. Dua pasar yang cukup penting untuk dibahas adalah pasar monopsoni dan pasar oligopsoni.
Monopsoni merupakan pasar dengan pembeli tunggal dan banyak penjual. Bila di dalam pasar tersebut terdapat beberapa pembeli dengan banyak penjual, maka pasar tersebut disebut pasar oligopsoni. Sedikitnya jumlah pembeli ini membuat para pembeli memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi harga barang.
Contoh yang dapat diterapkan dalam pasar oligopsoni dan monopsoni adalah kasus peternak susu sapi disuatu daerag yang hanya bisa menjual satu-satunya atau beberapa pabrik susu saja. Karena tidak banyak pihak lain yang dapat membeli produk susu sapi para peternak, pada akhirnya pihak pembeli bisa berperan sebagai pihak yang mempengaruhi harga.

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga

Pasar Oligopoli

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 03:48:00 PM 0 komentar
Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli berbeda dengan pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik maupun monopoli. Ia berbeda dengan pasar persaingan sempurna karena masing-masing perusahan dalam pasar oligopoli memiliki ketergantungan. Perusahaan di pasar oligopoli tidak bisa seenaknya mengubah harga karena hal itu bisa menyebabkan kaburnya konsumen mereka ke perusahaan lain.
Pasar ini juga berbeda dari pasar persaingan monopolistik karena perusahaan-perusahaan ini punya sedikit kendali harga. Meskipun demikian, pasar oligopoli hampir sama dengan pasar monopoli dalam hal ketiadaan pesaing.
Oligopoli dapat didefinisikan sebagai kondisi pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. Sedikitnya jumlah penjual dikarenakan besarnya biaya investasi awal sehingga mengecilkan niat pesaing baru yang ingin masuk.
Karena jumlahnya terbatas, mereka cenderung memiliki kendali pada harga pasar. Tak heran bila ada kekhawatiran beberapa produsen akan bekerja sama untuk melakukan kerja sama dalam menetapkan harga. Dipihak lain, ada kekhawatiran terjadi perang harga antarpemain pasar. Hal ini menguntungkan konsumen tetapi bisa menimbulkan iklim usaha yang kurang sehat.
Contoh pasar yang tergolong ke dalam pasar oligopoli antara lain adalah pasar mobil, motor, dan pembuatan pesawat terbang.
Ciri-ciri Pasar Oligopoli
1.      Hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar.
2.      Ada produsen yang menawarkan barang serupa, namun ada pula produsen yang menawarkan model atau fitur yang berbeda.
3.      Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoli karena investasinya yang tinggi
4.      Persaingan melalui iklan sangat kuat.
Kelebihan Pasar Oligopoli
1.      Terdapat sedikit penjual karena dibutuhkan investasi besar untuk masuk pasar.
2.      Jumlah penjual sedikit membuat penjual dapat mengendalikan harga dan tingkat tertentu.
3.      Bila terjadi perang harga, konsmen akan diuntungkan.
Kelemahan Pasar Oligopoli
1.      Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoli karena investasinya yang tinggi
2.      Akan terjadi perang harga.
3.      Produsen bisa melakukan kerja sama (kartel) yang pada akhirnya akan merugikan konsumen.

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga

Pasar Persaingan Monopolistik

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 03:24:00 PM 0 komentar
Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik terletak diantara pasar persaingan sepurna dan pasar monopoli, tetapi porsinya lebih dekat dengan pasar persaingan sempurna.
Di pasar ini, sejumlah besar pembeli dan penjual saling menukarkan produk yang relatif berbeda sehingga setiap peserta memiliki sedikit kemampuan untuk menetapkan harga produknya.
Karena harga dipengaruhi oleh diferensiasi produk, produsen berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar. Sebagai akibatnya, kreativitas produsen akan meningkat.
Dilihat dari segi jumlah pemain, ada banyak pemain di pasar persaingan monopolistik namun tidak sebanyak pasar dengan persaingan sempurna. Meskipun demikian, persaingan sangat ketat karena biasanya didominasi produk-produk yang telah ternama. Pembeli juga tidak mudah berpindah dari produk satu ke produk lain. Contoh pasar persaingan monopolistik adalah pasar novel, kartu ucapan, film, kaset, CD, atau permainan komputer.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolistik
1.      Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak dalam persaingan sempurna.
2.      Terdapat diferensiasi (perbedaan produk).
3.      Penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu.
4.      Terdapat persaingan yang ketat dalam kualitas dan iklan
Kelebihan Pasar Persaingan Monopolistik
1.      Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna.
2.      Memacu kreativitas produsen.
3.      Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini.
Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik
1.      Biaya mahal untuk ke pasar monopolistik
2.      Persaingan sangat berat.

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga

Pasar Monopoli

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 12/23/2011 03:11:00 PM 0 komentar
Pasar Monopoli

Monopoli merupakan pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa sehingga pembeli tidak bisa mendapatkan subtitusinya. Karena itulah penjual dapat menentukan harga dan dapat memperoleh keuntungan yang tinggi. Pada akhirnya keuntungan akan berpusat pada satu pembeli.
Ciri utama monopoli adalah tertutupnya pintu masuk ke pasar sehingga pesaing tidak dapat masuk ke pasar dan bersaing dengan penguasa pasar.
Alasan pesaing tidak bisa masuk yaitu :
1.      Sumber daya kunci dikuasai oleh satu perusahaan tunggal.
2.      Pemerintah memberikan hak eksklusif kepada sebuah perusahaan tunggal untuk memproduksi dan menjual barang tertentu.
3.      Biaya-biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu daripada banyak perusahaan.
Ciri-ciri Pasar Monopoli
1.      Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli.
2.      Tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang subtitusi yang sempurna.
3.      Rintangan cukup kuat untuk masuk ke pasar monopoli.
4.      Pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang.
5.      Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
6.      Harga ditentukan oleh perusahaan.
Kelebihan Pasar Monopoli
1.      Keuntungan penjual cukup tinggi.
2.      Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur oleh pemerintah.
Kelemahan Pasar Monopoli
1.      Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
2.      Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
3.      Terjadi eksploitasi pembeli.

Sumber : Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi. Jakarta : Erlangga
 

Dyah Retno Wulandari Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review