Minggu, 14 Juni 2015

Tugas Akuntansi Internasional ke-10

Diposting oleh Dyah Retno Wulandari di 6/14/2015 08:43:00 AM

Tugas Akuntansi Internasional Minggu ke-10
Nama  : Dyah Retno Wulandari
NPM   : 22211296
Kelas   : 4EB18

1.        Jelaskan perbedaan antara sistem penetapan biaya standar dan sistem penetapan biaya Kaizen yang populer di Jepang!
Jawab:
Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya kaizen menekankan untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.

Konsep Biaya Standar
Konsep Biaya Kaizen
Pengendalian biaya
Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada
Tujuan: kesesuaian dengan standar kinerja
 Standar ditentukan tiap tahun

Analisis varians didasarkan pada aktual vs standar

Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi
Pengurangan biaya
Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
Tujuan: mencapai target pengurangan biaya
Target pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
Analisis varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
Melakukan investigasi jika target biaya tidak tercapai

Sumber: Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller. 2005. Akuntansi Internasional. Salemba Empat. Jakarta.

2.        Apakah ketetapan yang terkait dalam rancangan sistem kendali/informasi multinasional?
Jawab:
Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, dalam hal ini perusahaan multinasional. Namun, pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus, mata uang yang mengambang, resiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam system pajak nasional, perbedaan tingkat suku bunga dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variable yang memperumit keputusan manajemen. Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktek akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja serta koordinasi operasi global melalui joint venture dan kaitan strategis lainnya. Perusahaan dalam melakukan kendali manajemen memerlukan alat perencanaan yang dapat mengidentifikasi factor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal. Alat tersebut membantu perusahaan dalam mengenali kesempatan dan tantangan yang ada. Salah satu alat tersebut adalah analisis WOTS-UP yang menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Akuntan juga dapat membantu para perencana perusahaan untuk memperoleh data yang bermanfaat dalam keputusan perencanaan strategis.
Adapun ketetapan yang terkait dengan rancangan sistem kendali / informasi multinasional:
a.   Penyebaran rendah dengan sentralitas yang tinggi, digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas, dan system informasi domestic yang mendominasi kebutuhan.
b.   Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah, digunakan oleh perusahaan multinasional dengan operasi di wilayah geografis yang berbeda-beda.
c.    Penyebaran yang tinggi dengan sentralitas yang tinggi, dijalankan oleh perusahaan dengan aliansi strategi di seluruh dunia.

3.        Sebutkan kesulitan-kesulitan dalam perencanaan dan pelaksanaan sistem evaluasi performa dalam perusahaan multinasional!
Jawab:
Kesulitan-kesulitan dalam perencanaan dan pelaksanaan sistem evaluasi performa dalam perusahaan multinasional antara lain:
a.    Jarak: disebabkan oleh keadaan geografi, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antara manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat
b.    Merancang sistem informasi perusahaan yang memungkinkan para manajer keuangan untuk memberikan respons yang tepat terhadap fenomena kompetisi global. Kondisi terus berubah. Dikarenakan deregulasi pasar dan pengurangan hambatan tarif, perusahaan semakin mampu untuk memasuki pasar-pasar luar negeri baik secara langsung maupun tidak langsung melalui usaha patungan, aliasi strategi, dan bentuk kerja sama lainnya.
c.     Masalah informasi, manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusunan dan penyampaian tepat waktu. Dan faktor lingkungan mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan secara internal.
d.      Mempertimbangkan profitabilitas operasi yang ada.
e.    Menentukan area yang memiliki kinerja tidak seperti yang diharapkan
f.  Mengalokasikan sumber-sumber daya perusahaan yang terbatas dengan produktif.
g.      Mengevaluasi kinerja manajemen.
h.      Memastikan perilaku manajemen konsisten dengan prioritas strategi.

4.        Sebutkan 6 alasan yang mendukung perusahaan induk supaya menggunakan sistem kendali domestiknya untuk usaha luar negerinya dan 6 alasan yang menentang praktik ini!
Jawab:
Alasan yang mendukung penggunaan sistem pengendalian domestik:
a.     Pertimbangan kontrol keuangan jarang sekali merupakan sesuatu yang penting dalam tahapan – tahapan awal pendirian operasi luar negeri,
b.     Umumnya akan lebih murah untuk menggunakansistem domestik dari pada harus membuat dari awal keseluruhan sistem yang dirancang untuk operasi luar negeri,
c.         Untuk menyederhanakan penyusunan dan analisis laporan keuangan konsolidasi, pihak kontroler perusahaan harus menegaskan bahwa seluruh anak perusahaan yang beroperasi menggunakan format dan daftar yang sama untuk mencatat dan mengirimkan data keuangan dan operasi,
d.        Mantan eksekutif domestik yang bekerja pada operasi luar negri dan atasan perusahaan mereka akan lebih nyaman jika mereka dapat terus menggunakan sebanyak mungkin sistem pengendalian domestik umumnya karena mereka mencapai manajemen tingkatan tertinggi dan menguasai sistem domestik

Yang menentang praktik penggunaan sistem pengendalian domestik yaitu :
a.         Arahan yang disalah artikan,
b.         Toleransi yang rendah terhadap kritik,
c.         Hilangnya rasa percaya diri manajer luar negri apabila menggunakan pengendalian domestik,
d.        Ketidak mauan untuk mendelegasikan kekuasaan,
e.    Tujuan investasi harus mencerminkan kepentingan seluruh pemegang saham, bukan hanya yang berasal dari domestik, dan
f.          Perusahaan multinasional memiliki horizon investasi jangka panjang (dan bukan jangka pendek). Dana yang dihasilkan di luar negeri cenderung untuk diinvestasikan kembali dan bukan direpatriasikan kepada induk perusahaan. Berdasarkan kondisi ini, akan lebih tepat untuk mengevaluasi pengembalian dari sudut pandang negara tuan rumah. Penekanan pada pengembalian proyek lokal konsisten dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai grup konsolidasi.

Sumber:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dyah Retno Wulandari Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review